Pantai-Pantai Indah di Gunung Kidul

E-mail Print PDF

Jogjakarta tidak hanya kaya dengan candi, kuliner, dan budaya tetapi juga pantai. Barisan pantai di kawasan Pegunungan Seribu bak surga tersembunyi. Lihat saja keindahan pantai berpasir putih yang membentang di sepanjang selatan Gunungkidul. Pasir putih, air laut yang bening tapi berkarang di dasarnya. Ciri utama kebanyakan pantai di sepanjang selatan Gunungkidul, Jogjakarta adalah pasirnya putih dan air laut yang bening tapi berkarang di dasarnya.

Namun keindahan pantai-pantai di kawasan karst dengan 40.000 lebih bukit gamping tersebut kurang kesohor dibandingkan dengan pantai Parangtritis di Bantul ataupun Pangandaran di Jawa Barat, yang sama-sama berada di pesisir selatan Jawa. Padahal, keindahan pantai-pantai di Selatan Pegunungan Sewu tak kalah cantik, bahkan lebih indah dari pantai-pantai di Pulau Bali sekalipun. Berikut deretan pantai-pantai cantik tersebut yang masing-masing memiliki keunikan tersendiri :

PANTAI BARON

Pantai Baron terletak di Desa Kemadang, Kecamatan Tanjungsari, sekitar 20 km arah selatan kota Wonosari (40 km dari kota Yogyakarta). Pantai Baron merupakan pantai paling populer di Gunungkidul dan pantai pertama yang akan ditemui jika mengunjungi pantai-pantai di Gunung Kidul. Di pantai ini juga terdapat muara sungai bawah tanah yang bisa digunakan untuk pemandian setelah bermain di laut . Ombak pantai Baron agak besar, tetapi para pengunjung masih dapat berenang di pantai sampai batas yang diperkenankan, yang ditandai dengan rentangan kawat yang dibentangkan di atas teluk itu. Kalangan remaja dan pramuka sering melakukan kegiatan berkemah di tempat ini, disamping melakukan kegiatan lintas alam ke bukit – bukit yang mengelilingi teluk pantainya. Baron juga merupakan pangkalan para nelayan, yang sebagian dari mereka telah memperlengkapi perahu – perahunya dengan mesin motor, sehingga dapat menjangkau laut lebih luas.

Hasil kekayaan Baron yang ditangkap oleh para nelayan berupa udang besar (lobster), ikan bawal putih, kakap, tongkol bisa Anda jumpai baik yang masih segar ataupun yang siap saji dengan harga terjangkau. Menu andalan di sini adalah Sop Kakap. Pada sisi sebelah timur dapat dicapai melalui jalan setapak yang melingkar terdapat bukit kapur. Anda bisa beristirahat di gardu pandang, sambil menghirup udara pantai yang menyegarkan. Event budaya yang bisa Anda saksikan di sini adalah Upacara Sedekah Laut yang diselenggarakan oleh masyarakat nelayan setempat setiap bulan suro dalam kalender jawa, sebagai ungkapan syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas limpahan hasil laut yang telah diberikan dan keselamatan mencari ikan di laut.

Pantai ini sangat cocok bagi Anda yang ingin berenang, menikmati makanan laut sekaligus melihat keindahan pertemuan air tawar dengan air laut!

PANTAI KUKUP

Pantai Kukup berada kurang lebih sekitar 25 km ke arah selatan dari Wonosari. terletak di Desa Kemadang, Kecamatan Tanjungsari, sekitar 1 km di sebelah Timur Pantai Baron. Waktu tempuh dari Jogja menuju ke pantai Kukup sekitar 1,5 jam dengan menggunakan kendaraan bermotor atau mobil. Pantai ini memiliki hamparan pasir putih yang indah dan luas. Pantai ini kaya akan biota laut dan juga terkenal dengan beragam ikan hias air laut yang sangat indah di Aquarium Laut yang terletak pada satu kawasan di Pantai Kukup atau yang dijajakan oleh para pedagang di sepanjang pantai. Pantai ini sangat menarik dengan adanya biota laut. Mulai dari ikan yang berwarna-warni, kepiting yang sering mondar-mandir di tepi pantai, ataupun ubur-ubur yang bisa bikin badan gatal jika kita memegangnya. Anak-anak anda bisa bermain mencari atau menangkap ikan di sini. Para pedagang yang memperjualbelikan ikan laut hias juga bisa Anda jumpai di sini. Jenis ikannya pun cukup bervariasi, mulai ikan nemo, bintang laut, ular laut, dan masih banyak lagi yang lainnya.

Selain itu terdapat goa - goa karang yang teduh. Untuk menikmati keindahan pantai ini, Anda bisa naik ke bukit karang di pinggir pantai antara Baron dan Kukup, melalui jalan - jalan setapak. Selain itu jika di Bali ada Tanah Lot, di Gunung Kidul Jogja ada Pantai Kukup, karena mempunyai gardu pandang yang terletak di pulau terpisah yang dihubungkan dengan jembatan. Dari atas pulau karang ini, Anda bisa melihat indahnya hamparan pantai yang sangat luas disertai deburan ombak yang cukup besar. Meskipun siang hari, jika berada di pulau karang ini akan terasa sejuk karena angin yang bertiup cukup kencang. Setelah puas menikmati indahnya pantai dari atas pulau karang, Anda bisa turun untuk menikmati indahnya pasir putih yang ada di pantai ini.

Selain sebuah pulau karang kecil yang diatasnya terdapat gardu pandang untuk menikmati keindahan laut, fasilitas lainnya adalah pendopo untuk pertemuan, pondok wisata, hotel melati, warung makan, dan kios untuk cenderamata, pedagang ikan hias, dan pedagang ikan siap saji. Masyarakat setempat juga melaksanakan upacara sedekah laut dalam waktu yang bersamaan dengan nelayan Pantai Baron, yaitu setiap bulan bulan suro dalam kalender jawa, sebagai ungkapan syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas limpahan hasil laut yang telah diberikan dan keselamatan mencari ikan di laut.

Hamparan pasir putih dengan berbagai biota lautnya yang mudah Anda lihat dan tangkap di pantai ini akan menjadi pengalaman unik bagi keluarga Anda!

PANTAI SEPANJANG

Seperti namanya, Pantai Sepanjang memiliki garis pantai sangat panjang. Penduduk setempat memperkirakan panjang garis Pantai Sepanjang sekitar 1,5–2 kilometer. Cukup panjang untuk ukuran pantai di Jogja yang umumnya diselingi gugusan karang dan bukit kapur. Secara administrative, pantai ini terletak di Desa Kemadang, Tanjungsari, Gunung Kidul, Jogja sekitar 1,5 km di sebelah timur Pantai Baron. Di samping itu, Pantai Sepanjang juga memiliki pasir yang berwarna putih yang bersih disertai gulungan ombak yang cukup besar dan air lautnya yang berwarna biru jernih. Dipadu dengan panjangnya garis pantai, ini merupakan kelebihan tersendiri bagi Pantai Sepanjang. Sejauh mata Anda memandang maka hamparan pasir putih yang akan anda lihat. Pesona seperti ini hanya dapat dinikmati di Sepanjang.

Pantai Sepanjang merupakan pantai yang masih alami, pesisir pantainya tidak begitu luas dan relatif landai. Namun karena memiliki banyak pesona yang menjadi kelebihan dibandingkan pantai lain yang ada pada kompleks Pantai Baron, maka pantai ini sedang dalam perencanaan pemerintah daerah untuk dikembangkan. Kelebihan yang terdapat pada Pantai Sepanjang ini diantaranya adalah terdapatnya pemandangan bukit-bukit kapur yang terabrasi menjadi tebing karena terkena ombak. Abrasi dari tebing yang berupa batuan kapur menghasilkan pasir putih murni pada pantai tanpa adanya campuran dari sedimentasi, hal ini dikarenakan tidak terdapatnya satupun muara sungai yang mengarah ke pantai ini, sehingga tidak ada material apapun yang terbawa dan terendapkan di pantai. Di sepanjang pantai terpadat berbagai macam hewan laut yang melimpah diantaranya bintang laut, siput laut, bulu babi atau yang biasa di sebut landak laut, kepiting, udang,dan ikan. Vegetasi yang terdapat pada pesisir pantai adalah sejenis tanaman pandan berduri khas pantai, sedangkan pada lahan kapurnya terdapat pohon akasia, mahoni, jati, dan tanaman pertanian seperti jagung, ketela, kacang tanah, serta jarak.

Berkunjung ke pantai ini saat bulan baru akan jauh lebih indah, karena pada saat bulan baru laut dalam keadaan surut, sebaliknya saat bulan purnama air laut sedang pasang sehingga pesisir pantainya akan semakin sempit. Anda dapat berjalan menyusuri pantai atau ke puncak bukit kapurnya yang menyuguhkan panorama indah, akan tetapi jangan coba-coba untuk mandi di laut karena arusnya cukup deras, apalagi ditambah dengan kontur pasir putihnya yang cukup landai agak terjal antara 10-40 derajat. Namun jika dibandingkan pantai lainnya di wilayah Gunung Kidul, pantai ini masih sepi pengunjung. Jalan masuk ke sana pun susah karena belum dibangun (masih jalan setapak batu-batu terjal). Selain itu, masih banyak penduduk lokal dengan kesibukannya mencari mata pencaharian hidup, menebar jala, memancing ikan, memanen rumput laut, mengumpulkan kerang, menanam kacang, menebang kayu pohon pinus dan pohon jati dan mengangkutnya. Beberapa pemuda ada yang menjadi tukang parkir motor para wisatawan yang hanya segelintir karena para wisatawan lebih banyak berwisata ke krakal, kukup, atau baron). Pedagang minuman, rokok, rujak, dan makanan kecil di tepi pantai itu pun hanya beberapa orang saja. Ada fasilitas toilet umum di pantai ini dengan membayar Rp. 1000 per sekali masuk.

Satu hal yang harus diingat saat di pantai Sepanjang adalah selalu jaga jarak dari laut dan jangan coba-coba mandi di laut karena sangat berbahaya. Selain ombaknya yang deras, di bawah laut terdapat palung dalam yang terletak hanya beberapa ratus meter dari garis pantai. Sekali terseret arus, sulit untuk kembali ke tepian. Terlebih suasana pantai lebih sering sepi pengunjung. Ketika lelah menyapa, tempat berteduh berupa pondok-pondok sederhana berjejer rapi tak jauh dari pantai. Anda dapat menikmati Pantai Sepanjang berjam-jam lamanya dengan suasana yang tenang dan hening karena memang pantai ini belum banyak dikunjungi wisatawan.

Jika Anda pecinta wisata pantai, Sepanjang dengan hamparan pasir putih yang memanjang bertemu dengan air laut ini jangan Anda lewatkan. Tetapi untuk tetap menjaga kelestarian biota laut, jangan membawa pulang hewan-hewan tersebut karena mereka juga tidak akan hidupjika Anda bawa ke rumah! Biarkan mereka lestari bersama habitatnya.

PANTAI DRINI

Pantai Drini terletak sekitar 1 km kearah timur dari Pantai Sepanjang, tepatnya di Desa Ngestirejo, Kecamatan Tanjungsari,Gunung Kidul, Jogjakarta. Perjalanan dari Jogja ke Pantai Drini memakan waktu sekitar 3 (tiga) jam. Keistimewaan pantai ini terdapat pulau karang yang tumbuh pohon Drini dan konon kayunya dapat dipakai sebagai penangkal ular berbisa. Di atas karang ini dibangun mercusuar yang dapat digunakan sebagai tempat untuk melihat pemandangan ke sekitar pantai.Di Pantai Drini ini kita bisa melihat dengan jelas rumput-rumput laut diantara karang-karang laut, dan biota laut lainnya.

Konon Bengawan Solo dulunya bermuara di Laut Selatan. Tepatnya di Pantai Drini dan Sadeng yang sekarang terletak di Kabupaten Gunung Kidul, karena desakan lempeng Australia, maka wilayah pantai selatan Jawa menjadi terangkat. Karang- karang yang dulu terkubur di laut kini menjadi bukit kapur, akibatnya aliran Bengawan Solo beralih ke arah utara mengalir sampai Gresik. Namun muara Sungai Bengawan Solo Purba tetap tertinggal di tepi laut dan menjelma menjadi gugusan pantai yang indah. Pantai itu adalah Sadeng dan Drini. Jalan menuju pantai berliku-liku dengan bukit-bukit batu kapur yang hijau ditumbuhi akasia dan jati. Anda juga akan melihat kampung-kampung yang sepi, hamparan tanaman jagung, dan gua-gua kecil yang menganga di tonjolan-tonjolan bukit kapur. Letak Pantai Drini tersebut diapit oleh dua bukit yang sangat besar dan bukit-bukit kecil lainnya. Bukit-bukit karangnya membentuk arsitektural alam yang sangat indah, mungkin Anda akan teringat akan keindahan tanah lot di Bali. Seperti inilah bentuk bukit bukit karang yang ada di pantai Drini.

Pantai Drini adalah pantai yang landai dengan ombak yang tenang. Hawa pantai Drini sangat sejuk dengan air laut yang dingin. Hamparan pasir putih terlihat sangat indah, dibawah kilau sinar mentari dan kesejukan udara pantai. Keadaan di pantai Drini sangatlah bersih dan kejernihan lautnya membuat Anda bisa melihat dengan jelas karang dan rumput lautnya. Anda bisa melihat berbagai biota laut, seperti ganggang-ganggang yang menyelimuti karang, bulu babi yang sembunyi di ceruk, rumput-rumput laut diantara karang-karang laut, ikan laut yang cantik dan berwarna warni dengan beraneka macam keindahan coraknya, dan biota laut lainnya. Fasilitas yang ada di pantai ini adalah toilet, warung kecil dan tempat parkir.

Jika Anda mengunjungi Jogja, silahkan mencoba berkunjung ke pantai yang landai dan bersih ini.

PANTAI SUNDAK

Pantai Sundak berlokasi di desa Sidoharjo, Tepus, Gunungkidul, Jogjakarta. Pantai Sundak berada di ujung paling timur deretan pantai-pantai Baron, Krakal, Kukup. Pantai ini memang relatif alami, cantik dengan dominasi laut berwarna biru dan pasir pantai yang berwarna putih. Pantai Sundak sangat menarik dikunjungi di pagi hari maupun sore hari. Sunset dan sunrise di pantai ini memang menawarkan pemandangan alam yang spektakuler.

Pantai di Gunungkidul ini memiliki pasir putih dan ombak yang bergulung-gulung. Jika dibandingkan dengan pantai Dreamland pantai Sundak memiliki beberapa kelebihan. Pntai Sundak memiliki akses ke pantai yang lebih mudah. Untuk mencapai pantai Dreamland pengunjung harus berjalan menuruni jalan berbatu yang curam. Sedangkan pada pantai Sundak, kendaraan pengunjung bisa diparkir hanya 100 meter dari pantai. Pada pantai Dreamland hampir tidak ada tempat berteduh alami. Jika tidak tahan sengatan matahari, maka pengunjung hanya bisa berteduh di bawah payung-payung besar yang disediakan oleh pemilik warung minuman. Tentu saja pengunjung harus membeli sesuatu pada pemilik warung (yang tentu saja harganya lebih mahal), supaya bisa berteduh di bawah payungnya. Sedangkan di pantai Sundak, masih ada pepohonan rimbun yang dengan sukarela akan menghalangi tubuh kita dari sengatan surya. Masih ada satu lagi keistimewaan pantai ini. Ratusan tahun yang lalu, batas pantai sebenarnya lebih merangsek ke daratan. Tempat yang sekarang ini digunakan sebagai tempat parkir dan mesjid sebenarnya merupakan wilayah yang tergenang air laut. Ini akan menjadi kajian menarik bagi ilmu kelautan karena di pantai ini dapat ditemukan fosil-fosil organisme laut purba.

Pantai ini dinamai "Sundak" sejak tahun 1976. Sebelumnya pantai ini disebut pantai Mbedah. Nama ini diberikan penduduk karena di pantai sebelah timur terdapat sungai yang mengalir ke laut. Aliran sungai ini membelah hamparan pasir putih. Warga setempat menamainya wedimbedah (hamparan pasir yang terbelah). Lama-kelamaan warga setempat mengambil nama singkatnya saja yaitu pantai mbedah. Keunikan lainnya adalah goa di bukit kapur yang menjadi sumber air tawar warga lokal. Di sinilah nama Sundak bermula. Suatu hari seekor anjing mengejar landak yang terlihat di pantai. Sang landak bersembunyi di dalam goa di dekat pantai. Si Anjing terus memburu masuk ke dalam goa. Tak lama kemudian, anjing itu keluar dengan tubuh basah kuyup, perut kenyang dan beberapa luka akibat tertusuk duri landak. Perbuatan si anjing ini diketahui pemiliknya, yang bernama Arjasangku. Arjasangku lalu masuk ke dalam goa dan menemukan sisa-sisa tubuh landak yang sebagian sudah dimakan anjing. Sejak saat itu, pantai ini dinamakan Sundak yang berasal dari kata asu (anjing) dan landak.

Arjasangku heran melihat tubuh anjingnya basah kuyup setelah keluar dari goa. "Jangan-jangan dalam goa itu ada sumber air?" batin Arjasangku. Saat itu, warga setempat memang kesulitan mendapatkan air bersih. Mereka hanya minum air hujan yang ditampung dari cucuran atap sepanjang musim hujan. Jika persediaan air habis, maka mereka akan mengambil air telaga yang berwarna kecoklatan. Dengan sepercik harapan, Arjasangku mengajak tetangganya untuk mencari tahu ke dalam goa. Dugaan mereka terbukti benar! Ternyata di dalam goa itu terdapat sumber air tawar. Kemungkinan besar air tawar ini berasal dari sungai bawah tanah yang memang biasa ditemui di pegunungan kapur Gunungkidul. Sampai sekarang, goa itu menjadi salah satu sumber air bersih warga dengan cara mengalirkannya melalui pipa-pipa.

Saat ini pantai digunakan sebagai tempat pendaratan kapal nelayan dan juga dibangun tempat pelelangan ikan. Ada juga warung penjual makanan dan minuman. Di bibir pantai yang menempel pada tebing karang ada pondok tanpa kamar yang disewakan. Di tempat ini belum ada aliran listrik dari PLN. Meskipun jaringan listrik belum sampai di pantai namun di sini sudah ada lampu penerangan umum yang sumber listriknya dari panel tenaga surya.

Para pecinta sunrise ataupun sunset pantai, silahkan menikmatinya di pantai Sundak yang merupakan salah satu tempat terindah di Jawa untuk melihat sunset maupun sunrise tersebut.

PANTAI KRAKAL

Pantai Krakal terletak di Kampung Krakal, Ngestirejo, Tanjung Sari, Gunung Kidul, Jogjakarta. Sekitar 38 kilometer arah selatan dari pusat kota Kabupaten Gunungkidul. Pantai Krakal dapat dicapai melalui jalan sepanjang 6 kilometer dari kawasan pantai Kukup, sehingga pantai Krakal merupakan mata rantai perjalanan setelah mengunjungi pantai Baron dan pantai Kukup. Jarak pantai Krakal dari Yogyakarta lebih kurang 65 kilometer dan dapat ditempuh dalam waktu sekitar 3 jam. Perjalanan menuju pantai Krakal ini juga melintasi bukit - bukit kapur, diselingi dengan teras - teras batu karang. Hal ini merupakan ciri dari daerah karst. Berdasarkan penelitian geologis, pada ribuan tahun yang silam, daerah ini merupakan dasar dari lautan yang oleh proses pengangkatan yang terjadi pada kerak bumi, dasar laut ini semakin lama semakin meninggi dan akhirnya muncul sebagai dataran tinggi. Batu - batuan karang yang nampak pada waktu itu merupakan bekas rumah binatang karang yang hidup di air laut saat itu. Paduan bebatuan seperti ini dikenal dengan nama daerah karst.

Pantai Krakal merupakan pantai yang luas dan terpanjang di antara pantai-pantai yang lain, dan terletak 2 km sebelah timur Pantai Drini. Pasir putih yang membentang berkilauan di sepanjang pantai sangat cocok untuk menikmati udara laut dan melakukan aktivitas olahraga. Pada waktu-waktu tertentu ada suguhan atraksi wisata di panggung terbuka di pinggir pantai. Pantai Krakal merupakan pantai yang paling indah, di antara seluruh hamparan pantai di sepanjang pulau Jawa.

Pantai ini telah mempesona para ahli perencanaan turisme dari luar negeri. Mereka menyarankan bahwa pantai ini harus dipersiapkan menjadi kawasan pantai dan perkampungan wisatawan, khususnya wisatawan asing, semacam tourist resort Nusa Dua di pulau Bali. Pantai Krakal, bentuk pantainya landai, berpasir putih, terhampar sepanjang lebih dari 5 kilometer. Pantai ini selalu menerima panas matahari dari pagi hingga petang hari sepanjang tahun dipadu dengan angin lautnya yang sangat sejuk dan ombaknya yang cukup besar. Sangat bagus untuk Anda yang ingin mandi matahari.

Ada banyak aktifitas menyenangkan yang bisa Anda lakukan di Pantai Krakal. Anda bisa bermain dengan ombak laut di sepanjang bibir pantai yang tak putus-putusnya dibawa oleh arus air dari samudera Australia. Krakal juga menawarkan aktifitas lain yang sangat menyenangkan yaitu mencari ikan hias di bibir pantai yang berlumut. Aktifitas lainya adalah bermain layang-layang atau sepakbola di bibir pantai sepanjang 40.000 meter tersebut. Pantai ini merupakan tempat yang paling cocok untuk berjemur. Anda dapat menjumpai tanaman laut yang beraneka macam jenis dan warnanya. Sedangkan fasilitas yang mendukung wisata di sana adalah tersedianya hotel melati, rumah makan, parkir maupun toilet.

Jika Anda ingin menikmati pantai di Jogja , jangan lewatkan pantai terindah di Jawa ini!

PANTAI SIUNG (surga bagi pemanjat tebing)

Pantai Siung terletak di sebuah wilayah terpencil di dusun Duwet, Purwodadi Kecamatan Tepus Kabupaten Gunung Kidul, tepatnya sebelah selatan kecamatan Tepus. Jaraknya sekitar 70 km dari pusat kota Yogyakarta, atau sekitar 2 jam perjalanan. Pantai ini terletak di cekungan yang panjangnya hanya sekitar 300-400 meter. Namun justru di sinilah letak keistimewaannya. Pantai pendek ini dikelilingi oleh karang-karang besar berwarna kehitaman, yang sebagian besar ditumbuhi vegetasi dan lumut hijau. Paduan laut biru jernih dan karang kehijauan menambah keindahan panorama tempat ini.

Menjangkau pantai ini dengan sepeda motor atau mobil menjadi pilihan banyak orang, sebab memang sulit menemukan angkutan umum. Stamina yang prima dan performa kendaraan yang baik adalah modal utama untuk bisa menjangkau pantai ini. Banyak tantangan yang harus ditaklukkan, mulai dari tanjakan, tikungan tajam yang kadang disertai turunan hingga panas terik yang menerpa kulit saat melalui jalan yang dikelilingi perbukitan kapur dan ladang-ladang palawija. hingga pantainya. Kesenangan, kelegaan dan kedamaian baru bisa dirasakan ketika telah sampai di pantai. Birunya laut dan putihnya pasir yang terjaga kebersihannya akan mengobati raga yang lelah.Tersedia sejumlah rumah-rumah kayu di pantai, tempat untuk bersandar dan bercengkrama sambil menikmati indahnya pemandangan. Namun, Siung bukanlah pantai yang paling ideal untuk berenang karena menghadap langsung ke Samudera Hindia. Topografi pantai yang berkarang dan berbatu serta ombak yang besar pun menyulitkan Anda untuk berenang. Tak heran pemerintah setempat memasang tanda larangan berenang. Namun, tentu Anda masih bisa bermain-main air di pinggir pantai. Jika lelah bermain, Anda bisa berteduh di bawah pepohonan yang ada di pinggir pantai tersebut.

Pesona yang menonjol dari Pantai Siung adalah batu karangnya. Karang-karang yang berukuran raksasa di sebelah barat dan timur pantai memiliki peran penting, tak cuma menjadi penambah keindahan dan pembatas dengan pantai lain. Karang itu juga yang menjadi dasar penamaan pantai, saksi kejayaan wilayah pantai di masa lampau dan pesona yang membuat pantai ini semakin dikenal, terutama di wilayah Asia. Batu karang yang menjadi dasar penamaan pantai ini berlokasi agak menjorok ke lautan. Nama pantai diambil dari bentuk batu karang yang menurut Wastoyo, seorang sesepuh setempat, menyerupai gigi kera atau Siung Wanara. Hingga kini, batu karang ini masih bisa dinikmati keindahannya, berpadu dengan ombak besar yang kadang menerpanya, hingga celah-celahnya disusuri oleh air laut yang mengalir perlahan, menyajikan sebuah pemandangan dramatis.

Karang gigi kera yang hingga kini masih tahan dari gerusan ombak lautan ini turut menjadi saksi kejayaan wilayah Siung di masa lalu. Menurut cerita Wastoyo, wilayah Siung pada masa para wali menjadi salah satu pusat perdagangan di wilayah Gunung Kidul. Tak jauh dari pantai, tepatnya di wilayah Winangun, berdiri sebuah pasar. Di tempat ini pula, berdiam Nyai Kami dan Nyai Podi, istri abdi dalem Kraton Yogyakarta dan Surakarta. Sebagian besar warga Siung saat itu berprofesi sebagai petani garam. Mereka mengandalkan air laut dan kekayaan garamnya sebagai sumber penghidupan. Garam yang dihasilkan oleh warga Siung inilah yang saat itu menjadi barang dagangan utama di pasar Winangun. Meski kaya beragam jenis ikan, tak banyak warga yang berani melaut saat itu. Umumnya, mereka hanya mencari ikan di tepian. Keadaan berangsur sepi ketika pasar Winangun, menurut penuturan Wastoyo, diboyong ke Yogyakarta. Pasar pindahan dari Winangun ini konon di Yogyakarta dinamai Jowinangun, singkatan dari Jobo Winangun atau di luar wilayah Winganun. Warga setempat kehilangan mata pencaharian dan tak banyak lagi orang yang datang ke wilayah ini. Tidak jelas usaha apa yang ditempuh penduduk setempat untuk bertahan hidup.

Di tengah masa sepi itulah, keindahan batu karang Pantai Siung kembali berperan. Sekitar tahun 1989, grup pecinta alam dari Jepang memanfaatkan tebing-tebing karang yang berada di sebelah barat pantai sebagai arena panjat tebing. Bahkan di tahun 2005, di pantai tersebut pernah diselenggarakan Asian Climbing Gathering, yang diikuti oleh 80 peserta dari 15 negara di Asia.. Sejak itulah, popularitas Pantai Siung mulai pulih lagi. Kini, sebanyak 250 jalur pemanjatan terdapat di Pantai Siung, memfasilitasi penggemar olah raga panjat tebing. Jalur itu kemungkinan masih bisa ditambah, melihat adanya aturan untuk dapat meneruskan jalur yang ada dengan seijin pembuat jalur sebelumnya. Banyak pihak telah memanfaatkan jalur pemanjatan di pantai ini, seperti kumpulan pecinta alam dari berbagai universitas di Jogja.

Fasilitas lain yang juga mendukung kegiatan panjat tebing adalah ground camp yang berada di sebelah timur pantai. Di ground camp ini, tenda-tenda bisa didirikan dan acara api unggun bisa digelar untuk melewatkan malam. Syarat menggunakannya hanya satu, tidak merusak lingkungan dan mengganggu habitat penyu, seperti tertulis dalam sebuah papan peringatan yang terdapat di ground camp yang juga bisa digunakan bagi yang sekedar ingin bermalam. Tak jauh dari ground camp, terdapat sebuah rumah panggung kayu yang bisa dimanfaatkan sebagai base camp, sebuah pilihan selain mendirikan tenda. Ukuran base camp cukup besar, cukup untuk 10 - 15 orang. Bentuk rumah panggung membuat mata semakin leluasa menikmati keeksotikan pantai.

Saat malam atau kala sepi pengunjung, sekelompok kera ekor panjang akan turun dari puncak tebing karang menuju pantai. Kera ekor panjang yang kini makin langka masih banyak dijumpai di pantai ini. Keberadaan kera ekor panjang ini mungkin juga menjadi salah satu alasan penamaan batu karang di sini sama dengan nama gigi kera, bukan jenis hewan lainnya. Wastoyo mengungkapkan, berdasarkan penuturan para winasis (orang-orang yang mampu membaca masa depan), Pantai Siung akan rejomulyo atau kembali kejayaannya dalam waktu yang tak lama lagi. Semakin banyaknya pengunjung dan popularitasnya sebagai arena panjat tebing menjadi salah satu pertanda bahwa pantai ini sedang menuju kejayaan. Kunjungan wisatawan, termasuk anda, tentu akan semakin mempercepat teraihnya kejayaan itu.

Fasilitas yang ada di pantai ini adalah warung, toilet dan mushola. Menu yang tersedia antara lain mi instan, nasi dengan lauk, serta es kelapa muda. Anda juga dapat meminta penjaga warung untuk memasakkan ikan yang baru ditangkap nelayan.

Pemandangan pantai dengan karang-karang raksasa akan Anda jumpai di Pantai Siung ini. Dan jika Anda menyukai tantangan maka Pantai Siung ini merupakan pilihan yang tepat!

Uraian di atas adalah pantai-pantai yang sudah cukup dikenal para wisatawan. Di Gunung Kidul terdapat sekitar 47 pantai dan banyak di antaranya yang belum tersentuh atau pun dikunjungi wisatawan meski keindahannya tidak kalah dengan pantai lainnya. Pantai-pantai tersebut antara lain Pantai Ngandong, Pantai Wediombo, Pantai Nguyaha, Pantai Ngungap, Pantai Wediombo, Pantai Ngobaran, Pantai Ngrenean, Pantai Sadeng, dll. Bagi Jadi bagi Anda yang ingin mencari ketenangan dalam eksotisme alam, Anda dapat memilih pantai-pantai di daerah Gunung Kidul ini.

(Diolah dari berbagai sumber/25 Oktober 2011/ Tour Department-Wi2n)

 
 
 
 

Promo Diskon